Arti Kehilangan

Share:

Kehilangan merupakan bagian dari fitrah manusia yang bisa membuat perubahan dalam kehidupan kita. Arti kehilangan bisa berupa kesedihan dan penderitaan atau tempaan atas kualitas ketabahan dan kesiapan diri. Rasa kehilangan merupakan bagian dari rasa memiliki karena adanya keterikatan atas sesuatu atau seseorang. Kehilangan menunjukkan rasa yang tidak sepenuhnya utuh, merasa kurang tanpa hadirnya sesuatu atau seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bersentuhan dengan rasa kehilangan. Kehilangan akan benda, jiwa, perasaan, harga diri dan suasana, kehilangan sosok seseorang, kehilangan kesempatan atau peluang bahkan takut kehilangan.

Kehilangan pernah dialami siapa saja, terlepas dari perbedaan hal yang hilang, reaksi atas kehilangan, cara menyikapi, mengatasi dan mengartikan kehilangan, serta dampak yang ditimbulkannya. Kehilangan sebuah benda yang berharga bisa berarti petaka bagi sebagian orang, dan kehilangan sosok seseorang bisa berarti derita bagi kita. Di atas semua itu, kehilangan sesuatu atau seseorang bisa menyebabkan kehilangan harapan dan kesadaran akan conscience (suara hati), sehingga arti kehilangan bisa mengubah persepsi seseorang atas kehidupan. Tidak sedikit orang yang membentuk arti dan persepsi kehilangan sebagai penderitaan dan larut di dalamnya, menjadi kehilangan kepercayaan dan kebermaknaan hidup. Mengapa kita merasa kehilangan?

Kehilangan tumbuh dalam benak dan perasaan kita karena adanya arti berikut ini, yang seringkali kita sadari setelah kehilangan itu terjadi.
Pertama, kita merasa kehilangan karena sesuatu atau seseorang yang hilang itu sangat berharga dan berarti untuk kita. Kita seringkali merasa terlambat menyadari atau bahkan baru menyadari betapa berharganya sesuatu dan betapa berartinya seseorang untuk kita setelah semua itu hilang, sehingga kita merasa kehilangan dan merasakan arti kehilangan sebagai adanya kekurangan, kekosongan, atau kehampaan tanpa kehadiran yang hilang tersebut.
Kedua, kita merasa kehilangan karena kita menyadari bahwa kita membutuhkan yang hilang itu. Intensitas kebersamaan dan kedekatan membuat kita terbiasa dan merasa biasa. Namun, ketika yang terbiasa dan biasa itu tak ada, kita merasa ada yang kurang dan hilang dari kebiasaan dan keterbiasaan itu. Ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan kehadirannya, keberadaannya, perannya, fungsinya dan kebermanfaatannya untuk kita, sehingga rasa membutuhkan itu bisa berkembang menjadi mengharapkan yang hilang.
Ketiga, kita merasa kehilangan karena kita merasa mencintai dan menyayangi yang hilang itu. Bagaimanapun berharganya sesuatu bagi orang lain, dan bagaimanapun berartinya seseorang bagi orang lain, tak akan membuat kita merasa kehilangan ketika kita tak mencintainya dan menyayanginya atau paling tidak ada empati yang bisa membuat kita merasa kehilangan. Kehilangan sahabat, teman, keluarga atau orang terkasih merupakan bentuk kehilangan karena cinta kita kepada mereka. Kedalaman rasa bisa mengukuhkan arti kehilangan dalam diri dan hati kita, sehingga kehilangan itu bisa berdampak tidak biasa dan luar biasa bagi hidup dan hati seseorang.

Biasanya reaksi awal karena kehilangan ditunjukkan dengan bersedih, menangis, kesal, marah atau menyalahkan diri karena merasa menyia-nyiakan yang hilang tersebut. Reaksi ini bisa berlanjut hingga membuat kita larut, terbenam dan karam dalam rasa kehilangan itu. Bila ini reaksi kita, maka boleh jadi kita kan kehilangan kebermaknaan dan kepercayaan akan diri, hidup dan Pemilik Kehidupan. Ada pula orang yang mampu mengatasinya dengan menunjukkan reaksi yang wajar karena ia meyakini kekuatan Tuhan. Arti kehilangan bagi orang-orang seperti ini adalah ujian sekaligus perubahan dalam kehidupan, bukan kesedihan semata. Orang-orang seperti inilah yang dikategorikan sebagai pembelajar kehidupan, memiliki kemampuan untuk melihat dan memahami hikmah di balik masalah, melihat sisi kemudahan dalam kesulitan dan menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan untuk melangkah lebih maju.

Tulisan ini merupakan sebuah renungan pribadi. Kehilangan yang berarti memang berat. Butuh waktu, kemauan dan kesiapan hati untuk bisa menghadapi dan mengatasinya. Kita memang harus siap kehilangan karena kita hanya menjalankan peran kehidupan, tidak memiliki apapun bahkan diri kita sendiri. (Nia Hidayati)

Share:

6 Replies to “Arti Kehilangan”

  1. sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak,karena sudah membantu saya dalam masalah yang sangat rumit sekali selama hidup saya!seperti apa yang tertera dalam komputer ini anda sudah menjelaskan arti kehilangan yang sebenarnya.Saya juga terinspirasi dengan apa yang anda ungkapkan,dan anda juga telah menjelaskan arti air mata,dan saya juga sudah mengingatkan seseorang yang sudah meninggalkan saya (dalam artian sudah menghilang!sekali lagi saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anda yang sudah memberikan saya soslusidi dalam kehidupan supaya saya bisa mendapatkan kehidupan yang baru.tanks

  2. sebelumnya saya ucapakan banyak terimakasih karna dalam artikel ini telah menjelaskan arti kehilangan saya merasa kehilangan istri untuk bekerja ke saudi sebelum membaca artikel ini hati saya sangat sedih tapa sekarang alhamdulilah merasa lega. terimakasih…

  3. Makcieh mbakk da m’mbrkan pengrtian tentang arti khlangan
    dg m’mbca yg mbak tuliss sya sdkit m’ngrti tentang arti sbuah khlangaaaann

  4. Setelah membaca arti sebuah kehilangan , skrg sy sdh mngrti smw na , apa itu kehilangan..
    N sy akan bljr mnjaga sswtu , ssorg itu sblm smw na terlambat

    tq mbk.

  5. Membaca artikel ini seperti membuka kesadaran saya bahwa kata2 “hidup itu akan terus berjalan apapun yang terjadi” itu benar adanya. Terima kasih atas artikel yang bagus ini.
    Kehilangan org yang dikasihi memang harus dihadapi bgm pun caranya.
    terima kasih

  6. Uda dirasain berulang-ulang x rasanya kehilangan. Itu menyakitkan buat gua. Seorang yg udah bermakna bgt di hidup gua, kini pergi menghilang bagaikan derus ombak yg menerjangnya .. Diantara gw sama dia seperti ada jurang yg tajam yg terus berusaha membuat gw terpisah dengan dia dan sampai akhirnya jurang tajam itu berhasil memisahkan diantara gw dan dia. Dan kini gw cuma bisaa diam. Cobaa buka lembaran baru. Sebenarnya itu sulit tapi hanya itu jalan satu”nya. Gaada cara lain. Bagi gua kehilangan ituu membuat diri gw smakin trauma.. Gua uda berulang2 x rasain hal ituu.. Dan mungkin ini untuk yg terkakhir x nya .. Karna batas kesabaran gw sudah habis .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *