Seni Pertunjukan Terebang Gebes : Yang Buhun Yang Bertahan

Share:

Terebang Gebes merupakan salah satu seni pertunjukan buhun (tradisional) yang bernafaskan Islam. Awal keberadaannya sendiri diperkirakan sejak zaman perkembangan Hindu di Pulau Jawa (sekitar tahun 1800-an). Seperti halnya Terebang Gede yang ada di wilayah Banten, proses perkembangan Terebang Gebes di Tasikmalaya sejalan dengan penyebaran agama Islam di daerah tersebut. Seni buhun yang masih hidup dan bertahan di Kampung Cirangkong Desa Cikeusal Kec. Tanjungjaya (pemekaran dari Kec. Sukaraja) Kabupaten Tasikmalaya ini, diperkirakan sudah berkembang sejak berdirinya Kabupaten Sukapura di bawah kepemimpinan Raden Wirawangsa yang berkedudukan sebagai Wiradadaha I.

Kesenian Terebang Gebes berkembang pesat di masa pemerintahan Raden Anggadipura I sebagai bentuk hiburan yang disukai masyarakat. Beliau merupakan pemimpin yang tidak hanya memperhatikan kebutuhan sandang pangan masyarakat, tetapi juga sangat memperhatikan perkembangan seni budaya yang ada di wilayah Kabupaten Sukapura, termasuk Terebang Gebes. Hal ini pula yang kemudian menyebabkan bermunculannya rombongan kesenian Terebang di wilayah Sukapura. Hingga saat ini, kelompok seni Terebang yang masih bertahan di Tasikmalaya hanya Terebang Rudat di Desa Cibalanarik, Kec. Tanjungjaya; Terebang Sejak di Kec. Salawu, serta Terebang Gebes juga Terebang Sejak yang ada di Desa Cikeusal, Kec. Tanjungjaya. Continue reading “Seni Pertunjukan Terebang Gebes : Yang Buhun Yang Bertahan”

Share:

Pentingnya Ketegasan dalam Mendidik Anak

Share:

Dunia anak memang dunia bermain yang penuh keceriaan dan kebebasan, karena dari permainan anak pun bisa belajar. Anak yang dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang dari kedua orang tua dan keluarganya akan tumbuh menjadi anak yang penyayang. Akan tetapi dalam praktiknya, ketegasan sikap dan tindakan dalam mendidik anak sangat diperlukan karena berpengaruh besar terhadap sikap dan kebiasaan anak kelak.
Ketegasan tidak identik dengan kekerasan. Ketegasan berarti sikap dan tindakan yang menerapkan kedisiplinan, dengan menegakkan aturan yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. Tentu saja ketegasan itu harus proporsional, harus disesuaikan dengan tingkat usia dan perkembangan pemahamannya. Umumnya, anak-anak lebih banyak melakukan peniruan terhadap sikap dan perilaku orang-orang terdekatnya dan lingkungannya, serta lebih melihat kenyataan yang dilihatnya daripada memahami penjelasan yang mempengaruhi logikanya. Karena itu, setiap tindakan, ucapan dan sikap kita harus benar-benar menjadi teladannya. Continue reading “Pentingnya Ketegasan dalam Mendidik Anak”

Share:

Arti Ibu dalam Sepiring Tutug Oncom

Share:

Tutug oncom (nasi TO) mungkin hanya makanan biasa sebagai menu sarapan atau pengganjal perut di saat-saat tertentu. Namun bagi saya, nasi TO yang berbahan dasar nasi dicampur bumbu ulek yang terbuat dari garam, bawang merah yang dibakar, cabai rawit, kencur dan oncom bakar ini memiliki arti khusus karena akan selalu mengingatkan saya kepada sosok Ibu yang sudah lebih dari 100 hari berpulang ke hadirat-Nya. Makanan sederhana itu memang sering Ibu hidangkan sebagai menu sarapan pagi, bersama bakwan goreng, sambal dua, kerupuk, dan secangkir air gula aren atau susu. Continue reading “Arti Ibu dalam Sepiring Tutug Oncom”

Share:

Mengubah Bentuk Energi

Share:

Bicara energi, tidak lepas dari sumber dan manfaatnya bagi kehidupan. Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak pernah habis, tetapi berubah bentuk. Berangkat dari hal itu, ada sesuatu yang tengah saya rasakan dan saya nikmati berkaitan dengan energi. Perubahan-perubahan dalam aktivitas sehari-hari yang terkadang menguras energi dan menyisakan lelah, ternyata memiliki arti sebagai perubahan bentuk energi yang bisa me-recharge semangat dan motivasi. Mengubah bentuk energi dari menulis, mengajar, hingga menuliskan kembali.

Awalnya, terasa sulit beradaptasi dengan perubahan sehari-hari dan mencoba mengubah bentuk energi menjadi energi lain yang bisa berarti. Ketika menulis menjadi sebuah energi yang bukan sekedar memuaskan hobi, kegiatan lain di luar itu terasa biasa saja. Menulis menjadi sarana penyalur dan pelepas energi yang ada di hati dan pikiran yang juga bisa membentuk energi baru, sekalipun tanpa interaksi langsung dengan sesama insan. Hal ini karena fokus dan perhatian utama tercurah di satu kegiatan, yaitu menulis. Namun, belakangan ini, ada bentuk energi lain yang menambah warna dan makna dalam keseharian selain menulis. Berbagi ilmu, bertukar cerita dan pengalaman melalui kegiatan mengajar di sekolah memberikan nuansa lain yang terasa hidup. Setidaknya, itu yang saya rasakan (walaupun menulis jadi keteteran…). Mengajar bisa membuat kita belajar, terus belajar menjadi pembelajar. Energi dari kegiatan belajar mengajar sama seperti menulis, tidak akan habis, hanya berubah bentuk aplikasinya. Continue reading “Mengubah Bentuk Energi”

Share:

Membentuk Kepribadian Anak

Share:

Anak-anak adalah petualang dan pembelajar sejati yang penuh kejujuran dalam merealisasikan pikiran dan mengekspresikan perasaannya. Semua orang tua tentu ingin membahagiakan anak-anaknya, melihat mereka tumbuh sehat, cerdas dan sukses dalam kehidupannya. Namun, dalam praktiknya, keinginan tersebut seringkali menjadi ekspektasi yang berlebihan bahkan ambisi yang justru bisa menimbulkan masalah bagi proses pembentukan kepribadiannya.

Dalam prosesnya, kepribadian terbentuk berdasarkan hasil meniru, baik dari dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan luar. Akan tetapi, faator internal dalam keluarga seperti kasih sayang, perhatian, pola asuh, didikan, serta metode pendekatan dalam membentuk kepribadian juga membangun kecerdasannya memiliki porsi lebih besar.  Di samping itu, kita juga harus menyadari dan memahami adanya faktor alami seperti bakat dan dorongan minatnya. Karena itu, dalam upaya membentuk kepribadian dan mendidik anak, serta mengantarkannya menuju kesuksesan ada beberapa hal berikut yang harus benar-benar dipahami orang tua.

Continue reading “Membentuk Kepribadian Anak”

Share: