Cara Membangun Kepribadian dan Karakter

Self image atau citra diri merupakan cara orang lain memandang diri kita. Ada orang yang memandang baik, buruk, terlalu tinggi bahkan terlalu rendah terhadap diri kita. Semua itu memiliki risiko tersendiri bagi pribadi yang dicitrakan. Dipandang rendah oleh orang lain, pasti tak enak. Dipandang terlalu tinggi pun kadangkala membuat kita merasa tidak nyaman.
Citra diri berkaitan erat dengan kepribadian dan karakter seseorang. Membangun self image harus dimulai dari pengenalan dan pemahaman akan diri sendiri. Karakter dan kepribadian kita terbentuk bukan semata-mata karena penilaian orang lain, tetapi juga karena factor internal seperti mental, kepercayaan diri, factor emosi, kecerdasan, sikap dan perilaku, serta keyakinan. Kita diharuskan untuk menjaga citra diri di hadapan orang lain karena hal itu mencerminkan kredibilitas pribadi kita. Namun, penempatannya harus tetap proporsional supaya kita tidak terkesan menjadi orang lain. Ja-im sih boleh-boleh saja, tetapi jangan berlebihan. Yang tulus dan natural tetap lebih disukai.
Sebetulnya,citra diri kurang bersinergi dengan tampilan fisik seseorang. Namun, stereotype tertentu kadang-kadang menilai sebaliknya, sehingga tidak sedikit orang yang salah menilai diri orang lain. Penampilan bukan tidak penting untuk membangun citra diri seseorang, tetapi factor kepribadian seperti keseimbangan emosi, kecerdasan pikiran dan tingkah laku lebih membentuknya.

Share:

Memanfaatkan Air Putih sebagai Terapi

Fungsi dan manfaat air putih bagi kesehatan sudah dibuktikan secara klinis melalui berbagai penelitian. Air yang berwarna jernih ini bisa juga dimanfaatkan sebagai terapi kesehatan tubuh. Mengkonsumsi air putih dalam kadar tertentu, tepat waktu, rutin dan kontinyu dipercaya akan mengefektifkan organ-organ tubuh manusia.
– Minum 2 gelas air putih setiap bangun tidur akan membantu mengaktifkan organ-organ internal. Setelah tidur, tubuh memerlukan cairan yang dapat mendorong proses metabolism. Air putih ini berfungsi mengganti cairan dan mendorong keluarnya feses
– Minum segelas air putih setiap 30 menit sebelum makan akan membantu memperlancar fungsi pencernaan dan fungsi ginjal. Islam juga menganjurkan untuk mminum sebelum makan, supaya organ-organ pencernaan tidak kaget dan lebih lancer mengolah saripati makanan. Ginjal merupakan organ tubuh yang memerlukan kadar air cukup supaya berfungsi dengan baik.
– Minum segelas air sebelum mandi akan membantu menurunkan tekanan darah
– Minum segelas air sebelum tidur akan membantu menghindarkan stroke dan serangan jantung
(Ikatan Dokter Indonesia)
Efek dan terapis air putih ini juga bermanfaat bagi kesehatan psikis, yakni membantu menenangkan. Orang yang kaget karena mengalami sesuatu, biasanya akan pulih kesadarannya setelah diminumkan air putih.

Share:

Cara Cepat Memaafkan Orang Lain

Memaafkan merupakan hal yang paling sulit dilakukan karena berkaitan dengan sesuatu yang membara atau menyakitkan dalam diri kita. Banyak orang beranggapan bahwa memberi maaf kepada orang yang bersalah atau menyakiti hanya akan merndahkan harga diri. Banyak pula orang yang enggan memaafkan karena merasa tidak ada permintaan maaf dari pihak yang bersalah. Ya, terkadang kita sibuk memposisikan orang lain sesuai dengan persepsi kita, menuntut orang lain sesuai dengan keinginan kita, serta sibuk memberikan penilaian terhadap orang lain.
Memaafkan sesungguhnya tidak berkaitan dengan salah atau benar. Tidak juga berhubungan dengan ada tidaknya permintaan maaf dari pihak yang bersalah. Sekalipun kita berada di pihak yang benar, tidak ada salahnya bila kita meminta maaf dan memaafkan, karena di situlah letak keunggulan, kebesaran jiwa dan harga diri seseorang sesungguhnya. Memberi maaf terlebih dulu (walau hanya dalam hati) atau meminta maaf terlebih dulu itu lebih utama dan lebih menunjukkan kualitas diri kita sebagai seorang muslim. Perlu kita ingat bahwa setiap orang tidaklah sempurna dan perbedaan itu selalu ada. Dalam hubungan social yang namanya berbuat salah pasti terjadi, sekalipun tanpa disadari.
Memaafkan, meminta maaf itu lebih berkaitan dengan keikhlasan jiwa dan kebesaran hati seseorang. Memberi atau meminta maaf mencerminkan kelapangan hati. Seseorang yang berhati ikhlas, bersifat pemaaf, Insya Allah tidak akan menemui banyak duri dalam perjalanan hidupnya, dan Allah akan senantiasa memberikan kelapangan dalam segala urusannya.
Karena itulah, memaafkan disebut seni. Seni itu mengandung unsure keindahan, keselarasan, keseimbangan, harmoni dan kesatuan. Memaafkan itu mencerminkan keindahan hati seseorang dalam wujud keikhlasan. Hati yang tak ingin larut dalam bara dendam, trauma luka dan kebencian. Keindahan hati yang menuntun keseimbangan jasmani dan ruhaninya, menyelaraskan perjalanan hidupnya dengan system nilai Ilahiyah dan manusiawi, sehingga terciptalah keharmonisan dalam hubungan sosialnya dengan sesame manusia. Itulah kebesaran jiwa dan kelapangan hati.
Jika sudah terjalin keharmonisan, maka akan lebih mudah membentuk kesatuan dalam ikatan persaudaraan dan persahabatan yang indah. Jadi, arti penting mempelajari seni memaafkan adalah supaya kita tidak bermusuhan dan memiliki keikhlasan. Kalau tak punya musuh, kemana-mana aman dan nyaman kan?

Share:

Cara Memanfaatkan dan Menghargai Waktu

Waktu adalah uang. Waktu adalah pedang. Waktu adalah Ilmu. Demikian beberapa ungkapan yang menggambarkan betapa pentingnya menghargai waktu.
Time is money. Ungkapan itu pernah diungkapkan oleh Ben Franklin pada pertengahan tahun 1970-an. Secara tidak langsung, ungkapan itu diarahkan untuk tujuan penghematan uang dan disiplin waktu, serta memanfaatkan waktu untuk mencapai target yang bisa disebut sebagai “kekayaan”. Sedikit saja menyia-nyiakan waktu maka uang itu akan hilang. Begitu kira-kira pengertian dari ungkapan tersebut.
Sayangnya, tidak begitu banyak orang yang memahami ungkapan tersebut secara rinci. Dari sisi pengertian harfiah saja, kata waktu dan uang sudang memiliki makna dan sifat yang berbeda. Waktu adalah perputaran masa yang selalu bergerak maju, menggerus periode-periode kehidupan manusia tanpa bisa dikompromikan apalagi dicancel. Dalam waktulah manusia menghabiskan seluruh hidupnya, baik di masa lalu maupun masa yang tengah dijalani. Uang atau kekayaan duniawi merupakan alat yang bisa memuaskan kebutuhan hidup manusia yang diciptakan sendiri oleh manusia. Ketika habis, uang bisa dicari lagi. Sedangkan waktu yang hilang atau habis terbuang, tidak akan pernah bisa diganti lagi.
Lalu bagaimana cara kita memahami dan menghargai waktu?
Pertama, kita harus bisa memahami bahwa kekayaan atau uang merupakan bagian dari kehidupan, alat yang berada dalam kisaran waktu. Sedangkan waktu merupakan rentang yang bisa mengukur seberapa besar uang sudah kita habiskan. Kebutuhan dan kepuasan akan uang tidak akan pernah ada habisnya, tetapi waktu akan habis dan tidak pernah kembali. Kalau dikaitkan dengan ilmu alam, uang merupakan sumber daya yang bisa diperbarui keberadaan dan keberlangsungannya, tetapi waktu tidak bisa diperbarui karena selalu bergerak maju. Uang bisa digunakan kapan saja, dihambur-hamburkan sesukanya tanpa rasa tanggung jawab sekalipun. Waktu tidak bisa seperti itu,waktu akan berlalu begitu saja tanpa bisa dikendalikan.
Secara teoritis, semua orang bisa mencari uang dan mencari lebih banyak lagi uang untuk mengganti uang yang sudah dihabiskan. Kata orang tua, uang itu seperti bulu janggut. Walaupun sering dicukur, tetap tumbuh lagi karena manusia selalu punya cara untuk mendapatkan uang. Itulah yang membedakan uang dengan waktu. Filosofinya, sampai kapan pun waktu itu bukan uang, tetapi waktu bisa digunakan untuk mendapatkan uang, dan karena orientasi uang itulah manusia bisa menghargai dan memanfaatkan waktu secara efektif.
Waktu adalah pedang. Sedikit saja kita menyia-nyiakan waktu, maka waktu akan melukai kita.Sebilah pedang mengajarkan manusia untuk disiplin, tangkas, cerdas dan taktis, sehingga kita pandai mengatur dan memanfaatkan waktu. Waktu adalah ilmu yang membuat kita belajar dari setiap kejadian sepanjang perputaran waktu tersebut. Karena itu, dalam Al-Quran Allah SWT mengingatkan bahwa menyia-nyiakan waktu merupakan perbuatan yang merugikan (Al-Ashr, 1-3).
Kedua, kita harus memahami tujuan dari pengaturan dan pemanfaatan waktu. Apakah tujuan dari pengaturan waktu itu hanya untuk uang? Not at all. Tujuan utama hidup manusia, arah dari manajemen waktu bukan uang semata. Waktu memang bisa kita gunakan untuk berbagai kepentingan, bisa kita manfaatkan untuk mengejar impian keberhasilan, tetapi tidak bisa kita kendalikan. Dari setiap perjalanan dan pergerakan waktu hanya ada satu yang penting untuk direalisasikan yaitu pembelajaran atau ilmu. Dari masa lalu, kita belajar banyak melalui pengalaman, belajar dari kegagalan dan kesalahan. Dari masa kini kita belajar tentang penghargaan, pengaturan, pencapaian yang bisa dilakukan untuk hari ini dan masa depan. Untuk masa depan, kita belajar tentang perencanaan, strategi pencapaian dan antisipasi kegagalan. Time is learning mungkin itu padanan yang tepat.
Ketiga, kita harus memahami bahwa waktu mengajarkan kita pilihan. Pilihan untuk mengelola dan memanfaatkannya dengan baik atau justru membuangnya dan membiarkannya berlalu tanpa arti. Menghemat uang bisa menjadi cara cepat dan tepat untuk menjadi kaya. Akan tetapi tidak demikian dengan waktu jika waktu dianalogikan sebagai uang. Untuk meraih suatu keberhasilan, tidak sedikit waktu yang dibutuhkan, tetapi bukan berarti kita selalu membuang waktu tersebut. Sebuah pencapaian memerlukan proses dan pembelajaran, sehingga dalam hal ini kita tidak selalu bisa menghemat waktu. Ada kalanya kita mengorbankan uang untuk membebaskan sedikit waktu. Ada kalanya pula kita meluangkan waktu untuk mendapatkan uang, sekalipun uang bukan tujuan utama. P
Keempat, mempertimbangan, menyelaraskan dan memproyeksikan antara waktu dengan kebutuhan. Time for money, time is learning, sesungguhnya merupakan pilihan untuk menyelaraskan antara waktu dengan uang. Faktor apa yang paling mendukung, paling bermanfaat dan paling dibutuhkan di suatu saat merupakan inti dari keselarasan tadi, dan memproyeksikan waktu untuk masa kini dan masa depan merupakan hal penting.
Kelima, bersabar dan tetap berikhtiar dalam menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Banyak orang yang gagal meraih sesuatu karena tidak sabar dalam menggunakan waktu dan mengefektifkan waktu, sehingga tidak mampu memproyeksikan dan memanage waktu yang dimiliki. Seringkali orang terfokus kepada masa depan. Waktu yang dimilliki sekarang habis digunakan untuk memproyeksikan rencana-rencana dan strategi di masa depan. Masa kini yang semestinya dijalani sepenuh hati terlewati begitu saja, tidak bisa dinikmati dan terburu-buru ingin mewujudkan masa depan yang belum pasti.
Karena itulah, waktu adalah ilmu dan pembelajaran. Pembelajaran mengenai banyak hal untuk sampai kepada tujuan. Pembelajaran mengenai perputaran waktu, pembelajaran mengenai percepatan dan ketepatan. Untuk mencapai tujuan terkadang perlu dilakukan perlahan-lahan, sistematis dan terorganisir. Slow but sure. Upaya mencari jalan pintas dengan menerobos waktu mayoritas berakhir dengan kegagalan. Time is rhyme. Dengan mengikuti alur irama waktu, akan menyadarkan kita tentang seberapa waktu yang kita butuhkan untuk bisa mencapai tujuan. Jika kesadarna itu tumbuh, maka kita akan menjalani waktu itu dengan kegembiraan.Insya Allah.
Time may be for money, but time is learning.

Share:

Cara Membangkitkan Semangat

Semangat adalah suluh dalam perjalanan hidup manusia. Ketika menghadapi masalah terberat, stress atau depresi, sebagian dari diri kita akan terasa hampa. Bagian itulah yang mengendalikan semangat, yang harus dipulihkan terlebih dulu. Kita bisa saja kehilangan impian, kehilangan kesempatan atau peluang. Namun, kita tidak boleh kehilangan semangat yang akan membuat kita tetap melanjutkan hidup.
Percaya atau tidak, semangat mampu menghidupkan karakter seseorang. Hidup matinya semangat dalam diri kita akan menunjukkan siapa diri kita dan sejauh mana kekuatan diri. Karena itu, seberat apapun masalah yang dihadapi, jangan sampai melumpuhkan semangat .
Ada beberapa cara sederhana untuk tetap mengobarkan semangat di saat kita merasa tertekan.Pertama, jadilah supporter untuk diri sendiri. Menyemangati diri sendiri lebih berarti daripada mengharapkan dukungan orang lain. Layaknya seorang supporter sepakbola, kita pun pantas meneriakkan “aku hebat!”, merasa bangga dengan apa yang sudah dicoba, dan menumbuhkan keinginan untuk menang. Paling tidak menang melawan keterpurukan, stress dan depresi.
Kedua, teriakkan yel-yel semangat ke dalam diri, tunjukkan kasih sayang kepada diri sendiri saat melakukan kesalahan dengan tidak menghakimi dan memvonis diri pecundang atau pembawa masalah, dan berikan pujian kepada diri sendiri ketika berhasil melakukan sesuatu.
Ketiga, berpikir kebalikan. Artinya, mencari sisi positif dari permasalahan atau rasa suntuk yang dihadap, dengan meyakinkan diri bahwa masalah yang dihadapi merupakan ujian bagi kesiapan mental dan kekuatan karakter diri. Hellen Keller menyatakan bahwa karakter tak bisa dibangun dalam suasana tenang dan mudah. Hanya melalui pengalaman hidup penuh cobaan dan penderitaanlah jiwa seseorang menjadi kuat, memiliki cara pandang yang lebih jelas, memiliki keinginan yang lebih berkobar, serta bisa meraih kesuksesan. Intinya, diri kitalah yang bisa mengukur dan memahami tingkat suntuk, jenuh dan stress kita, serta hanya kita yang bisa menentukan cara terbaik untuk memulihkannya.
Keempat, sering-seringlah berwudlu, baca Al-Quran dan shalat khusyuk memohon kelapangan, kemudahan dan kelancaran. Cara ini jangan diragukan lagi keampuhannya karena hanya Allah SWT-lah tempat curhat terbaik yang bisa memberikan rasa aman dan tenang sebenarnya. Dalam surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 Allah berfirman. Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Dua kali kalimat tersebut diulang supaya manusia tetap bersemangat dan memiliki keyakinan bahwa setiap permasalahan dengan melibatkan Allah di dalamnya pasti akan ada jalan keluarnya. So, be on fire!

Share: