Cara Mengatasi Frustasi

Share:

Hati-hati dengan frustasi karena bisa membunuh kreativitas diri. Mengatasi frustasi hampir sama dengan bentuk-bentuk depresi lainnya, dibutuhkan kesabaran dan kemauan untuk bangkit memperbaiki diri, serta memahami sebab dan akibat frustasi tersebut.

Frustasi merupakan kondisi yang sering berhubungan dengan stres atau rasa putus asa. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian antara asa dengan realita. Kegagalan yang terus berulang, situasi kerja  dan kondisi lingkungan yang tidak nyaman, serta keinginan atau ekspektasi yang terlalu ideal bisa menimbulkan frustasi jika tidak terpenuhi.

Ketika rasa frustasi datang, seolah-olah hidup begitu mengerikan. Serasa terjepit dan terhimpit beban berat, tidak ada celah untuk menemukan jalan keluar. Padahal, kenyataannya tidak seseram yang dibayangkan. Oleh karena itu, kita bisa melakukan beberapa cara berikut untuk bisa mengendalikan perasaan dan menjaga semangat. Ada beberapa cara mengatasi frustasi sebagaimana diungkapkan Angela Rossmanith, dalam bukunya The Self Alone: Understanding Loneliness in Our Lives.

  1. Menentukan dan menetapkan tindakan kita. Dalam kondisi apapun, sebenarnya kita tetap bisa memilih tindakan. Ketika mengalami kegagalan, kitalah yang bisa memilih untuk ambruk, berteriak, mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah yang tengah dihadapi atau belajar mengubah dan memperbaiki diri dengan banyak mengubah kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan.
  2. Bersikap lebih fleksibel. Kenyataan hidup tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan. Jika kita dapat menyesuaikan diri dengan situasi baru, maka ketegangan akan berkurang. Sikap fleksibel ini juga berkaitan dengan waktu. Segala sesuatu butuh proses dan butuh waktu, selalu ada waktu yang tepat untuk sesuatu yang tepat, dan jangan terburu-buru menyimpulkan suatu kondisi baik atau buruk.
  3. Mengembangkan tindakan yang kreatif. Kita harus bisa memahami peluang terbaik dengan mengukur kemampuan yang kita miliki.Sering-seringlah bertanya pada diri sendiri, “Kesempatan apa yang terbuka bagi saya? Di tempat manakah kemampuan saya akan lebih bermanfaat? Jalan yang mana yang terbuka dan terbaik bagi saya?”
  4. Mengevaluasi setiap situasi. Pikirkan segala tindakan sebelum bertindak agar bisa didapatkan pemecahan masalah yang terbaik. Terlalu cepat menilai, mengambil keputusan dan bertindak bisa memperburuk situasi.
  5. Membangkitkan minat pada berbagai hal. Fokus dan profesionalitas memang perlu, tetapi kita tetap harus belajar menyukai dan memahami bidang lain. Mengerahkan seluruh energi untuk satu aspek kehidupan saja bisa membuat kita hancur jika ternyata kita gagal dalam bidang yanng kita minati. Dalam hal ini, memiliki minat yang beragam dan memiliki keterlibatan dalam beberapa kegiatan dapat mengimbangi rasa tertekan akibat kegagalan tadi.
  6. Selalu belajar untuk melihat sisi positif dari setiap masalah atau kejadian. Kegagalan memang merupakan pengalaman yang menyakitkan. Akan tetapi, daripada memikirkan kerugian yang dialami terus-menerus, lebih baik kita fokuskan pada hal-hal yang telah dipelajari. Mengambil hikmah dari setiap masalah dan menjadikannya cambuk untuk lebih baik dan tidak jatuh pada masalah yang sama di kemudian hari.
  7. Bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi. Jangan menyalahkan dan mengambinghitamkan orang lain jika mengalami kegagalan. Cobalah untuk memperhatikan, mencermati, menganalisa dan memahami masalah yang. Berbagi perasaan dan bertukar pikiran dengan orang-orang terdekat bisa membantu kita untuk mendapatkan jalan keluar, tetapi harus diingat bahwa keputusan akhir ada di tangan kita.
  8. Menjaga keseimbangan, terutama keseimbangan emosional dan spiritual. Kegagalan dapat mempengaruhi kita secara emosional dan spiritualitas. Hal ini juga akan berdampak terhadap tindakan kita.  Karena itu, sebelum dihadang kegagalan, mulailah berlatih untuk saling membantu dengan teman dan meminta bantuan Sang Pencipta. Saran dan dukungan orang terdekat biasanya sangat berarti untuk membuat kita tetap bersemangat. Kedekatan dengan Sang Pemberi Terbaik juga akan membuat kita lebih tenang dan berserah.
  9. Memelihara selera humor supaya kondisi jiwa tetap tenang. Humor dan tertawa memang tidak serta merta memecahkan masalah yang dihadapi, tetapi akan membantu kita meredakan ketegangan dan rasa tertekan, serta bisa melihat masalah dengan perspektif yang berbeda. Disadari atau tidak, humor bisa memberikan cahaya menuju celah yang lebih terang. Fokus pada masalah yang dihadapi memang harus, tetapi bukan berarti kita lupa tersenyum atau lupa tertawa bahkan lupa menangis. Percayalah, menangis bisa mengurangi beban yang menekan, tertawa dan tersenyum tulus bisa membuat kondisi kita jauh lebih baik dan memelihara selera humor bisa membuat kita jauh dari frustasi.
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *