Cara Mengatasi Sakit Hati karena Putus Cinta

Share:

Putus cinta  atau putus hubungan dengan siapapun tak ada yang tak sakit. Bagi sebagian orang putus cinta bisa mengakibatkan sakit hati, luka, bahkan rasa trauma yang sulit dihilangkan. Berbagai alasan pun dipertanyakan, terutama bagi pihak yang diputuskan.

Bicara putus cinta, urusannya memang perasaan. Rasa sakit, sedih dan merasa diabaikan biasanya terasa menyempurnakan luka. Sakit hati karena putus cinta itu wajar saja, tetapi jangan sampai putus asa. Semakin larut dalam kesedihan, semakin kita terjebak dalam sakit hati yang mendalam, sehingga akan sangat sulit untuk bangkit. Namanya perasaan kalau terus diikuti, lambat laun akan mengubah pola kehidupan juga. Karena itu, sebaiknya kolaborasikan perasaan kita dengan logika dan rasio. Atasi dorongan emosional dan keinginan yang bersifat destruktif.

Kalau kita tak mau terjebak dalam rasa sakit terus-menerus, tips sederhana berikut ini bisa dicoba untuk mengatasinya.

Pertama, sebaiknya jangan bertemu dengan mantan selama beberap waktu sampai kita siap. Untuk meredakan dan mengatasi sakit hati dibutuhkan waktu yang cukup. Menghindar, tidak melakukan kontak apapun dengan mantan bisa mengurangi keterikatan perasaan kita terhadapnya. Perlu diingat bahwa mungkin saja perasaan sayang masih ada, sehingga bisa saja hal ini mendorong kita untuk melakukan kontak dengannya. Semakin sering bertemu di masa-masa sulit, semakin mengingatkan kita akan rasa sakit.

Kedua, “nikmati” rasa sakit. Rasa sakit bisa menjadi pertanda akan adanya proses penyembuhan. Menangislah jika ingin menangis, dan berteriaklah jika memang itu bisa membuat perasaan sedikit lega. Tapi, rasa sakit tidak harus membuat kita terus terpuruk. Rasa sakit setelah putus cinta bisa menjadi inspirasi  untuk mengerjakan sesuatu yang lebih baik, yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya, menulis puisi, membuat lirik lagu, melukis atau berkebun. Inilah yang dikatakan proses menikmati rasa sakit hati.

Ketiga, menyibukkan diri dan mencoba aktif dalam berbagai kegiatan yang kita mampu lakukan. Cara ini bisa menjadi cara terbaik untuk menyembuhkan luka dan melupakan sang mantan. Jangan memberikan kesempatan otak untuk terus mengingatnya, sehingga bisa mengarahkan pikiran pada kegiatan atau kesibukan kita. Pilihlah aktifitas yang kita senangi. Hal ini akan membantu menyegarkan pikiran, dan juga mengalihkan pikiran dari sang mantan yang membuat kita sakit hati.

Keempat,  curhatlah hanya kepada orang terdekat yang bisa dipercaya. Mencurahkan rasa sakit hati setelah putus cinta boleh saja, tetapi bukan berarti bisa mengatakannya ke setiap orang yang kita temui. Hal ini tidak akan menimbulkan banyak simpati, justru kita bisa dijauhi karena dianggap “ember”, minta dikasihani atau senang mengumbar kejelekan orang dan masalah pribadi. Bijaklah dalam menyikapi masalah, dengan hanya mencurahkan kesedihan kepada sahabat atau orang terdekat yang cukup mengerti, mau mendengarkan keluh kesah kita, serta bisa dipercaya. Akan lebih baik lagi jika orang tersebut bisa menenangkan, mencarikan solusi dan mendorong kita untuk melanjutkan hidup atau minimal tidak berbuat banyak hal yang lebih merugikan.

Kelima, mencurahkan dan menumpahkan perasaan dalam bentuk tulisan. Hal ini bisa menjadi alternatif untuk meredakan sakit hati karena putus cinta. Keluarkan semua uneg-uneg, rasa sakit, marah, kesal dan frustasi ke dalam tulisan. Buku harian, komputer atau secarik kertas bisa menjadi media menumpahkan rasa sakit. Akan tetapi, tetap jaga privasi dan kerahasiaan, jangan menyebarkan tulisan ungkapan kemarahan kita ke situs-situs jejaring sosial, milis atau media sosial lainnya, ini bisa membahayakan. Menulis bisa menjadi terapi mengatasi sakit hati setelah putus cinta. Tidak sedikit, lirik lagu, puisi, novel dan karya sastra lainnya yang begitu indah atau bahkan kisah-kisah inspiratif lahir dari curhat dan pengalaman pribadi penulisnya. Tulisan bias dikemas dalam bahasa yang sedemikian indah, sekalipun menggambarkan kemarahan atau sakit hati. Setelah sakit hati reda atau bahkan sembuh, kita bisa membacanya kembali sebagai media untuk mengintrospeksi diri sebelum menjalin hubungan baru.

Keenam, melakukan  meditasi dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Cinta dengan lebih memantapkan ibadah. Meditasi adalah salah satu teknik untuk relaksasi dan mengendurkan pikiran yang tegang. Duduk dengan tenang dengan mata tertutup, sambil menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan dan berulang bisa menenangkan dan menjauhkan pikiran-pikiran negatif. Musik instrumentalia yang lembut dan tenang dengan wewangian aromaterapi bias membantu mengiringi relaksasi kita. Sebagai muslim, shalat khusyuk, dzikrullah (mengingat Allah SWT) dengan ikhlas dan tawakkal, serta melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan memahami maknanya, terbukti dapat memberikan ketenangan yang luar biasa. Kembalikan semua kepada Pemiliknya, Tuhan-lah Pemilik Cinta Sesungguhnya.

Ketujuh,  memberikan perhatian lebih kepada keluarga. Dukungan dan keberadaan keluarga akan sangat berarti dan lebih berharga dibandingkan apapun. Orang tua, kakak atau adik mungkin saja berpengaruh besar bagi kehidupan kita. Mereka akan selalu berada di sisi kita di saat senang maupun susah. Kedekatan dan memberikan perhatian kepada keluarga mungkin akan menyadarkan kita tentang satu hal, bahwa kita tetap berarti buat mereka meskipun tak lagi berarti buat si dia. Saat masih menjalin hubungan dengan mantan, mungkin kita tidak cukup menyediakan waktu untuk keluarga, dan inilah saat yang tepat untuk mencurahkan perhatian dan kasih sayang terhadap mereka. Rekreasi bersama atau sekedar makan bersama dalam suasana yang hangat bisa menjadi penawar sakit hati karena putus cinta.  Bagaimanapun, kehangatan keluarga merupakan obat paling manjur untuk menyembuhkan luka.

Kedelapan, fokuskan pikiran dan energy kita untuk karir, cita-cita atau impian masa depan. Sakit hati memang akan mengganggu konsentrasi kita bekerja atau belajar. Akan tetapi, jangan terlalu larut dalam kesedihan, sehingga performa kerja atau belajar kita terpuruk. Menjadikan karir atau cita-cita sebagai prioritas utama dalam kehidupan kita, tidak hanya membantu melupakan rasa sakit hati, tetapi justru akan meningkatkan spirit dan kinerja yang lebih baik.

Kesembilan, menikmati kesendirian dengan tidak terburu-buru menjalin hubungan baru. Menyembuhkan luka karena putus cinta dan mengobati sakit hati memang bukan perkara mudah. Butuh waktu yang tidak singkat untuk menenagkan diri, menata perasaan dan berdamai dengan kenyataan pahit. Karena itu, sebaiknya jangan langsung mencoba menjalin hubungan baru apalagi niatnya hanya untuk pelarian. Hal ini bisa menimbulkan masalah baru yang lebih rumit. Nikmatilah kesendirian dengan melakukan kedelapan hal di atas, sampai kita benar-benar siap untuk menjalin hubungan baru.

Kesepuluh, bersabar,bersyukur dan belajar ikhlas. Mungkin saja sang mantan bukan orang yang baik untuk kita dan Tuhan tengah menyiapkan orang yang tepat untuk kita.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *