Cara Menghilangkan Kesombongan

Keep Down to Earth, kudu tungkul ka jukut, tanggah ka sadapan, begitu kata orang Sunda. Peribahasa ini menggambarkan kebersahajaan hidup yang seharusnya dijalani setiap manusia. Belajar hidup membumi berarti belajar bersahaja dalam perkataan, sikap dan perbuatan karena kebersahajaan merupakan landasan sejati dalam mendapatkan ketenangan dan kenyamanan hidup.
Gak percaya?
Coba lihat jukut (rumput), walaupun menjadi alas, sering diinjak dan dianggap pengganggu, tetap saja tumbuh dan tumbuh lagi. Dipangkas, dicabut, dibakar dan ditaburi obat hama pun tak pernah benar-benar musnah. Ini menggambarkan mental yang kuat, serta daya juang yang tinggi. Mati seribu, tumbuh sekebun. Di lain waktu, rumput itu sangat dibutuhkan untuk mempercantik halaman atau sebuah taman. Sengaja ditanam dan dirawat karena memperindah komposisi sebuah taman atau halaman. Di banyak tempat, rumput dicari para penggembala untuk makanan ternak mereka yang herbivora. Kambing, sapi, kerbau dan kelinci, tetap membutuhkan rumput sebagai menu utama makanan sepanjang hari. Bermanfaat kan?
Sekarang kita lihat sadapan (tempat keluarnya air nira dari pohon aren atau kelapa). Walaupun berada di atas, ia terus memberikan tetes-tetes air manis sesuai batas kemampuannya. Memang tak sederas air hujan atau pancuran, tetapi air yang diturunkannya adalah air kehidupan yang bisa menghidupkan hidup para pembuat lahang (air nira) dan gula aren. Setiap pagi dan sore hari, air sadapan itu diambil, walaupun sedikit, tetap bisa memberikan rasa manis. Bahkan dalam beberapa penelitian, lahang dipercaya bisa membantu terapi penyembuhan penderita autis. Filosofi sadapan ini menggambarkan bahwa orang yang di atas seharusnya memberi kepada yang di bawah. Memberikan sesuatu yang berguna, meskipun tidak berlimpah. Mengajarkan prinsip sedekah di pagi dan sore hari. Luar biasa kan?
Inti dari kedua frase tersebut adalah agar kita belajar bersyukur, bersedekah dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Karena itu, hidup membumi bisa membuat kita tahu pijakan, tidak menyombongkan diri, berintrospeksi dan selalu berkaca kepada diri maupun sesama manusia.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *