Mengatasi Takut Gagal

Dalam diri setiap manusia selalu tersisip perasaan takut, terutama rasa takut akan terjadinya hal-hal buruk. Takut gagal adalah satu dari sekian banyak rasa takut yang paling sering mendominasi pikiran dan perasaan manusia. Rasa takut akan kegagalan umumnya disebabkan oleh factor self confidence yang rendah. Merasa ragu, tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri atau karena mencemaskan penilaian orang lain menjadi pemicu rendahnya rasa percaya diri. Inilah yang disebut conceptual blockbusting oleh James L. Adams. Continue reading “Mengatasi Takut Gagal”

Sekilas Manfaat Tertawa

Tertawa merupakan bentuk ekspresif kegembiraan seseorang. Saat tertawa, kita akan merasa lebih baik dan lebih bahagia. Tentu saja tertawa yang betul-betul keluar dari hati, bukan dibuat-buat atau karena kesinisan terhadap orang lain.
Victor Borge menyatakan bahwa tertawa adalah jarak terdekat antara dua orang. Artinya, pemicu tawa itu sendiri bisa berasal dari orang lain yang membuat kita gembira. Dalam beberapa penelitian, tertawa bahkan bisa mencairkan suasana yang kaku dan menipiskan jarak antara orang-orang yang secara status social “dianggap berbeda”. Continue reading “Sekilas Manfaat Tertawa”

Pentingnya Ketegasan dalam Mendidik Anak

Dunia anak memang dunia bermain yang penuh keceriaan dan kebebasan, karena dari permainan anak pun bisa belajar. Anak yang dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang dari kedua orang tua dan keluarganya akan tumbuh menjadi anak yang penyayang. Akan tetapi dalam praktiknya, ketegasan sikap dan tindakan dalam mendidik anak sangat diperlukan karena berpengaruh besar terhadap sikap dan kebiasaan anak kelak.
Ketegasan tidak identik dengan kekerasan. Ketegasan berarti sikap dan tindakan yang menerapkan kedisiplinan, dengan menegakkan aturan yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. Tentu saja ketegasan itu harus proporsional, harus disesuaikan dengan tingkat usia dan perkembangan pemahamannya. Umumnya, anak-anak lebih banyak melakukan peniruan terhadap sikap dan perilaku orang-orang terdekatnya dan lingkungannya, serta lebih melihat kenyataan yang dilihatnya daripada memahami penjelasan yang mempengaruhi logikanya. Karena itu, setiap tindakan, ucapan dan sikap kita harus benar-benar menjadi teladannya. Continue reading “Pentingnya Ketegasan dalam Mendidik Anak”

Arti Ibu dalam Sepiring Tutug Oncom

Tutug oncom (nasi TO) mungkin hanya makanan biasa sebagai menu sarapan atau pengganjal perut di saat-saat tertentu. Namun bagi saya, nasi TO yang berbahan dasar nasi dicampur bumbu ulek yang terbuat dari garam, bawang merah yang dibakar, cabai rawit, kencur dan oncom bakar ini memiliki arti khusus karena akan selalu mengingatkan saya kepada sosok Ibu yang sudah lebih dari 100 hari berpulang ke hadirat-Nya. Makanan sederhana itu memang sering Ibu hidangkan sebagai menu sarapan pagi, bersama bakwan goreng, sambal dua, kerupuk, dan secangkir air gula aren atau susu. Continue reading “Arti Ibu dalam Sepiring Tutug Oncom”

Mengubah Bentuk Energi

Bicara energi, tidak lepas dari sumber dan manfaatnya bagi kehidupan. Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak pernah habis, tetapi berubah bentuk. Berangkat dari hal itu, ada sesuatu yang tengah saya rasakan dan saya nikmati berkaitan dengan energi. Perubahan-perubahan dalam aktivitas sehari-hari yang terkadang menguras energi dan menyisakan lelah, ternyata memiliki arti sebagai perubahan bentuk energi yang bisa me-recharge semangat dan motivasi. Mengubah bentuk energi dari menulis, mengajar, hingga menuliskan kembali.

Awalnya, terasa sulit beradaptasi dengan perubahan sehari-hari dan mencoba mengubah bentuk energi menjadi energi lain yang bisa berarti. Ketika menulis menjadi sebuah energi yang bukan sekedar memuaskan hobi, kegiatan lain di luar itu terasa biasa saja. Menulis menjadi sarana penyalur dan pelepas energi yang ada di hati dan pikiran yang juga bisa membentuk energi baru, sekalipun tanpa interaksi langsung dengan sesama insan. Hal ini karena fokus dan perhatian utama tercurah di satu kegiatan, yaitu menulis. Namun, belakangan ini, ada bentuk energi lain yang menambah warna dan makna dalam keseharian selain menulis. Berbagi ilmu, bertukar cerita dan pengalaman melalui kegiatan mengajar di sekolah memberikan nuansa lain yang terasa hidup. Setidaknya, itu yang saya rasakan (walaupun menulis jadi keteteran…). Mengajar bisa membuat kita belajar, terus belajar menjadi pembelajar. Energi dari kegiatan belajar mengajar sama seperti menulis, tidak akan habis, hanya berubah bentuk aplikasinya. Continue reading “Mengubah Bentuk Energi”