Category Archives: Tips Trik

Mengatasi Stres pada Anak

Di masa sekarang, kemampuan dan keterampilan orang tua menghadapi juga mengatasi stres pada anak menjadi hal tidak saja penting (important), tetapi sangat penting dan cukup genting (urgent). Stres merupakan fitrah yang bisa dialami siapa saja dan tidak selalu bisa kita hindari. Kemampuan dan kesiapan menghadapi stres pada anak-anak dan orang dewasa jelas berbeda meskipun masalah yang menyebabkannya sama. Anak-anak tentu sangat membutuhkan bantuan yang bukan sekedar dukungan moril. Mereka membutuhkan cinta, kasih sayang, perhatian, bimbingan dan keterlibatan peran orang tua untuk menguatkan ketahanan mentalnya dalam menyikapi dan mengatasi masalah, termasuk stres.

Dengan memahami gejala dan sumber penyebab stres pada tulisan sebelumnya, kita dapat mencari dan menentukan langkah untuk mengatasinya. Untuk mengatasi stres pada anak, diperlukan tindakan pencegahan, pengendalian serta melatih kesiapan anak sendiri. Melatih kecerdasan anak (terutama kecerdasan spiritual, emosi dan adversitasnya), menjaga kesehatan fisiknya, melatih kemampuan dan keterampilannya menghadapi tantangan atau masalah bisa menjadi langkah penanggulangan stres baik untuk anak. Latihan ini dapat menjadi bekal pembiasaan, baik fisik maupun sikap mental yang baik untuk perkembangannya, sehingga anak bisa memiliki ketahanan terhadap terpaan masalah dan stres. Paling tidak dalam hal ini, orang tua memiliki kemauan untuk lebih peduli, lebih memperhatikan dan lebih memahami faktor kesehatan dan perubahan tingkah laku si kecil demi menghadapi kemungkinan ia terbelenggu stres.

Mengapa hal itu penting kita lakukan? Karena stres berdampak besar terhadap kesehatan fisik dan mental anak, serta mengganggu proses tumbuh kembang anak dan pembentukan kepribadiannya. Bagaimana dampaknya?

Continue reading

Mengatasi Rasa Kehilangan

Rasa kehilangan merupakan fitrah yang pasti dialami siapa saja. Berkaitan dengan reaksi dan arti kehilangan pada tulisan sebelumnya, rasa kehilangan bisa menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kita yang mengalaminya. Tidak ada yang “mutlak benar dan mutlak salah” dalam soal rasa, merasa dan perasaan, termasuk rasa kehilangan. Mengatasi rasa kehilangan lebih tepat difokuskan kepada mengatasi rasa kecewa, rasa sedih dan rasa sesal karena kehilangan. Proses, waktu dan kesanggupan menyikapi rasa kehilangan pada setiap orang memang berbeda-beda. Namun, setidaknya langkah-langkah upaya berikut dapat kita lakukan untuk mengatasinya. Continue reading

Menjadi Sahabat Anak

Menjadi sahabat anak merupakan salah satu bentuk pola pengasuhan (parenting) yang dapat diterapkan orang tua dalam pendidikan keluarga. Semua berawal dari rumah. Pola asuh orang tua dalam keluarga sangat mempengaruhi perkembangan dan kepribadian anak karena orang tua merupakan figur pelindung, pemberi dan pemerhati sekaligus role model bagi anak. Dalam kesehariannya, anak-anak tidak hanya membutuhkan figur orang tua. Anak-anak juga membutuhkan sosok sahabat yang bisa menjadi partner dalam dunianya, sehingga ia merasa senang, ceria dan nyaman dengan diri dan lingkungannya. Sebagai orang terdekat anak, orang tua harus bisa berperan, memposisikan diri sebagai sahabat bagi anak. Mengapa demikian?

Continue reading

Mengembangkan Imajinasi Anak

Mengembangkan imajinasi anak merupakan upaya untuk menstimulasi, menumbuhkan dan meningkatkan potensi kecerdasan juga kreativitasnya di masa pertumbuhannya. Imajinasi anak berkembang seiring dengan berkembangnya kemampuan ia berbicara dan berbahasa. Seperti bermain, dunia imajinasi juga merupakan dunia yang sangat dekat dengan dunia anak. Imajinasi anak merupakan sarana untuk mereka berselancar dan belajar memahami realitas keberadaan dirinya juga lingkungannya. Karena itu, orang tua dapat mengembangkan imajinasi anak dengan menstimulasi tumbuh kembangnya potensi dan kemampuan imajinatif anak untuk diekspresikan dengan efektif. Mengapa imajinasi anak harus dikembangkan?

Continue reading

Memanfaatkan Quality Time

Quality time atau waktu yang berkualitas merupakan refleksi dari berharganya setiap detik yang kita lalui. Sejatinya, dalam kehidupan manusia memang tidak ada waktu yang tidak berkualitas karena waktu merupakan sesuatu yang berharga untuk dimanfaatkan dalam kehidupan manusia. Namun, kenyataannya, waktu sering kali dibiarkan berlalu tanpa makna, sehingga waktu hanya menjadi tanda bertambahnya usia dan bergantinya hari tanpa arti yang disadari. Waktu yang berkualitas, tidak terbatas kepada jumlah atau kuantitas, dan kualitas waktu tidak selalu didapat dari kuantitas hari yang kita jalani. Seberapa banyak pun kuantitas yang kita miliki jika tidak kita kelola dan kita atur dengan baik maka tidak akan berkualitas, hanya menjadi kesia-siaan. Oleh karena itu, munculnya “istilah” quality time menunjukkan adanya motivasi sekaligus peringatan akan pentingnya manajemen waktu agar kita bisa memanfaatkan waktu dengan baik, serta mampu membuat prioritas atas kewajiban dan hak kita sebagai manusia.

Continue reading