Kehamilan dan Pengaruhnya Terhadap Ibu

Share:

Fase-fase kehamilan tak ubahnya seperti sebuah penantian yang mendebarkan. Perasaaan cemas, bahagia, takut dan khawatir seringali mendominasi, bahkan mewarnai berbagai aktivitas fisik dan psikis sang ibu. Hal ini disebabkan banyaknya perubahan yang dialami ibu hamil, baik secara fisik maupun kondisi emosional.
Bagi sebagian besar ibu hamil, trimester pertama merupakan fase yang cukup berat. Bisa dikatakan ini fase adaptasi dengan segala perubahan tersebut. Mual, moody, gampang marah, sensitif, muntah-muntah menjadi ciri umum yang dialami ibu hamil, terutama yang baru pertama kali hamil. Kondisi seperti ini pulalah yang mungkin menyebabkan ibu hamil muda menyukai makanan pedas asam, seperti rujak atau asinan. Ngidam, begitu istilahnya.
Keinginan untuk memakan makanan tertentu atau melakukan hal-hal tertentu yang kadang-kadang dianggap “aneh” memang sering muncul begitu saja. Sulit dipahami memang, tetapi seperti itulah adanya. Kalau dituruti maunya mood ngidam, bisa berabe dan mungkin membuat orang lain jengkel. Di sinilah perlunya kontrol emosi yang baik dari ibu hamil, serta pengertian dan dukungan dari orang-orang terdekat, khususnya suami.
Perubahan bentuk fisik juga sering menyebabkan bumil tidak pede. Mayoritas bumil tidak pede dengan penampilan fisik yang “kuranng sedap dipandang”. Tapi, bagi bumil lainnya cuek saja, bentuk fisik yang berubah “ndut” tak jadi masalah. Justru hal itu menjadi berkah tak ternilai. Menjalani masa kehamilan seberat apapun justru anugerah bagi seorang perempuan. Serasa sempurna secara kodrat dan mendapatkan kepercayaan dari Sang Pemberi Kehidupan.
Bersyukur dan bersabar,berpikir positif, serta terus memperhatikan dan menjaga kesehatan janin dalam kandungan merupakan cara tepat menghadapi kehamilan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *