Cara Memanfaatkan 7 Tahun Pertama Anak

Share:

Setelah memahami arti angka 7 sebagai kejaiban untuk perkembangan anak, kita perlu memahami dan menerapakan cara-cara pendekatan efektif orang tua terhadap anak di masa 7 tahun pertamanya. Masa 7 tahun pertama merupakan masa penting yang akan menentukan keberhasilan pendidikan dan perkembangan anak di 7 tahun kedua dan 7 tahun ketiganya. Dengan memanfaatkan dan memaksimalkan masa 7 tahun pertama ini, berarti kita telah menabung, membekali, menyiapkan, serta mematangkan mental dan kepribadian anak untuk melalui 7 tahun kedua juga 7 tahun ketiganya dengan baik.
Tujuh cara berikut dapat dilakukan orang tua untuk memanfaatkan masa 7 Tahun Pertama (Masa Emas Anak – Masa menjadi Raja).

  • Berikan anak-anak kebebasan bertindak, mengungkapkan dan mengekspresikan keinginannya, bermain dan bersenang-senang. Memang tidak mudah mengontrol kekhawatiran dan keinginan kita sebagai orang tua untuk mengatur dan mencampuri kegiaatan anak. Yang perlu dilakukan adalah mendampingi dan membantu mengarahkan anak agar tumbuh kreatif. Di masa ini anak memang cenderung seenaknya, semaunya, main perintah dan selalu ingin dituruti kemauannya, sehingga dibutuhkan kesabaran yang besar, serta ketulusan kasih sayang. Jika kita dan anak kita melalui 7 tahun pertama dengan baik, maka Insya Allah di 7 tahun kedua, anak akan lebih nurut.
  • Memperhatikan mereka dengan cara santun dan kelembutan dan kasih sayang. Mengumbar luapan emosi kejengkelan atas sikap anak dengan ungkapan dan ucapan kemarahan atau melakukan kekerasan fisik hanya akan melukai perasaan anak. Sikap dan ucapan orang tua yang pernah merendahkan anak akan terus diingatnya hingga ia dewasa. Karena itu, dalam tahap ini diperlukan kesabaran dan ketulusan kasih sayang, serta memberi pengertian bukan cacian. Bila memang perlu marah, marahlah dengan cara yang bijak, diamkan terlebih dahulu dan berikan penjelasan tentang kekeliruannya.
  • Memberikan jawaban positif atas semua pertanyaan mereka karena di usia emas ini, anak akan mengajukan banyak pertanyaan untuk memuaskan keingintahuannya dan rasa penasarannya. Jawablah dengan baik, jangan dipotong atau dihambat karena akan membuat semangat anak menurun dan fase eksplorasinya terganggu.
  • Sebaiknya orang tua tidak memberlakukan disiplin yang kaku dan keras karena hal ini sia-sia. Anak bisa saja terlihat penurut di depan orang tuanya, tetapi di belakang kita mereka melanggar aturan tersebut dan bertingkah lebih buruk terhadap lingkungan pergaulannya, seperti teman-teman bermain atau teman-teman sekolahnya. Disiplin yang kaku akan menjadi negatif dan menghambatnya menjadi kreatif.
  • Orang tua menjadi contoh, teladan dan role model bagi anak. Pendidikan anak di masa ini merupakan learning by doing or by example. Anak banyak meniru sikap, ucapan dan perilaku orang tuanya, keluarganya, gurunya dan lingkungannya. Menyuruh lebih tepat dengan mencontohkan yang baik, sehingga ia akan meniru dengan baik apa yang kita lakukan. Karena itu, perhatikan dan jagalah ucapan serta perbuatan kita, agar si kecil tidak meniru hal-hal negatif kita.
  • Perhatikan faktor keamanan dan keselamatan anak dalam melakukan aktivitas kreatifnya. Peran dan tugas orang tua bukan hanya memenuhi kebutuhan dan kebebasan anak. Mempertimbangkan keamanan dan keselamatan si kecil merupakan keharusan sebelum anak mulai beraktivitas, sehingga dalam melakukan kegiatan kreatifnya anak tidak merasa di-cut oleh orang tuanya. Persiapan, pertimbangan dan pendampingan orang tua merupakan kebutuhan utama dalam menjaga keamanan dan keselamatan anak.
  • Perhatikan intensitas dan kualitas pertemuan dan pendampingan orang tua terhadap anak. Intensitas yang tinggi dalam menangani anak akan membuat orang tua semakin mengenali juga memahami bakat dan minat si kecil. Di samping itu, orang tua bisa menciptakan special moment bagi si kecil. Misalnya, saat bangun tidur atau sebelum tidur, usahakan yang dilihat anak pertama dan terakhir kali adalah orang tuanya. Kecupan sayang atau tindakan menyelimutinya merupakan hal kecil yang berarti sebagai bentuk perhatian dan kedekatan batin. Berikan kecupan lembut atau belaian sayang dan kata-kata motivasi ketika berpisah di sekolah (saat kita mengantarnya). Ketika ia pulang sekolah, jangan langsung ditanya soal pelajaran, ajaklah ia untuk melakukan kegiatan yang rileks dan meredakan kelelahannya. Hal-hal spesial seperti ini akan menjadi kenangan indah baginya hingga ia dewasa.

Ketujuh cara pendekatan tersebut marupakan bagian dari cara mendidik dan mengembangkan kepribadian anak dengan memanfaatkan segenap potensi kecerdasannya (multiple intelligencies). Keberhasilan memanfaatkan masa 7 tahun pertama anak memberikan dampak atas benefiditas dan keunggulan sebagai berikut:

  • Pertama, berkembangnya bakat yang terpendam dalam diri anak. Kebebasan yang diberikan orang tua memberinya keleluasaan untuk menuangkan kemampuannya, bakat terpendamnya, sehingga kreativitasnya ikut muncul tanpa ketakutan akan adanya intervensi yang berlebih dari orang tua atau gurunya.
  • Kedua, tumbuhnya kepercayaan diri, serta kepercayaan anak terhadap orang tuanya. Anak akan memiliki kepercayaan terhadap diri dan orang tuanya dengan diberikan kebebasan, perhatian dan kasih sayang yang diwujudkan dalam bentuk tanggapnya orang tua terhadap kebutuhannya secara jasmani dan rohani. Hal ini tidak selalu berarti memenuhi segala keinginannya atau memanjakannya, tetapi lebih kepada mengupayakan memberi yang terbaik untuk kebutuhan anak. Di atas semua keberlimpahan materi, kesehatan fisik dan psikis, serta perhatian dan kasih sayang orang tua merupakan hal yang paling berharga bagi anak.
  • Ketiga, anak akan memiliki kesiapan dan kematangan dalam menghadapi masa ketaatan terhadap aturan (7 tahun kedua). Kepuasan bermain, berekspresi dan mengeksplorasi diri di 7 tahun pertama akan sangat membantu tumbuhnya ketaatan anak di 7 tahun kedua. Selain itu, faktor kepercayaan yang tertanam kepada orang tuanya akan membuatnya lebih mendengar dan menerima, baik nasihat, perintah maupun larangan yang masuk akal.
  • Keempat, anak akan memiliki ketenangan psikologis dalam masa berikutnya. Masa kecil seorang anak yang dipenuhi dengan aktivitas dan kreativitas (termasuk kenakalan), biasanya menumbuhkan jiwa yang tenang dan sabar di masa dewasanya karena ia merasakan kepuasan, kebahagiaan dan keindahan di masa kecilnya.

Sesungguhnya setiap anak ibarat kertas putih, orang tualah yang berperan menulisinya dengan tinta hitam, menjadikanya buram atau putih, atau melukisnya menjadi berwarna seindah pelangi. Warnailah kehidupan masa kecil mereka dengan keindahan yang akan terus dikenangnya hingga ia dewasa karena tiada yang bisa menggantikan kebahagiaan dan keceriaan di masa itu. Anak kita bukan yang sempurna dan tidak bisa kita bentuk dengan sempurna. Karena itu, jika kita mengharapkan mereka menjadi anak yang berguna, tidak hanya kepintarannya yang dikembangkan. Kembangkan potensi kecerdasan, kepribadian dan akhlaknya secara seimbang dan sinambung tanpa mematikan kreativitasnya sebagai anak, sehingga ia menjadi anak yang berkarakter dan bermoral. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang bijak dalam sikap, ucapan dan perbuatan terhadap anak-anak kita. (Nia Hidayati) dari berbagai referensi

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *