Pentingnya Curhat atau Bertukar Pikiran Bagi Psikologi Manusia

Curhat (curahan hati) dibutuhkan setiap orang karena tak selamanya manusia bisa mengatasi kegundahan, mengadukan kegelisahan, menguraikan rasa sakit hati dan menyelesaikan permasalahannya sendiri. Curhat bisa juga ditindaklanjuti sebagai aktivitas berbagi pengalaman, bertukar pikiran dan berbagi perasaan, terutama dengan orang-orang terdekat yang kita percayai.Karena itu, curhat menjadi kebutuhan psikis yang dianggap penting oleh banyak orang.
Sebagai ajang berbagi, curhat memiliki banyak manfaat, asal dicurahkan kepada orang yang tepat. Pertama, melegakan dan menenangkan perasaan. Di saat sedih dan gundah, kita butuh teman walaupun hanya untuk sekedar mendengarkan keluh kesah kita. Curhat kepada sahabat, keluarga dan orang-orang terdekat paling tidak bisa meringankan beban yang menghimpit perasaan. Apalagi jika orang tempat kita curhat memberikan respon yang baik. Hati dan pikiran kita bisa jauh lebih tenang.
Kedua, curhat bisa membuat hubungan semakin dekat dan erat, baik dengan keluarga maupun sahabat. Kedekatan timbul karena rasa nyaman, rasa percaya dan adanya rasa menghargai dan dihargai. Orang yang jadi tempat curhat akan merasa dihargai dan dipercaya karena umumnya curhat menyangkut masalah pribadi, sehingga ia juga bisa lebih memahami pribadi sahabatnya yang curhat tersebut. Demikian pula orang yang curhat, dengan adanya respon dari pendengar curhatnya, ia merasa dihargai, dimengerti dan merasa orang tersebut bisa dipercaya. Saling percaya, saling memahami dan pengertian merupakan factor yang bisa mempererat dan melanggengkan hubungan antarmanusia.Di sisi lain, kita bisa jadikan curhat sebagai alat komunikasi yang bisa mempererat hubungan dengan Yang Maha Sempurna. Mengadu dan memohon petunjuk melalui doa, selain bisa menenangkan juga bisa meningkatkan kehusyukan dalam beribadah.
Ketiga, curhat bisa membuat kita mendapatkan pencerahan dan solusi yang baik, terutama jika kita curhat kepada orang yang betul-betul tepat dari segi profesi, dan kualitas dan kredibilitasnya. Misalnya, para ahli yang dianggap mampu menangani permasalahan yang dihadapi. Secara teoritis, para ahli memiliki kemampuan ilmiah dan logis dalam memahami permasalahan kita. Mereka juga umumnya lebih berpengalaman menangani permasalahan yang beragam, sehingga bisa membantu memberikan gambaran solusi dan memberikan pencerahan terhadap hati dan pikiran kita. Dokter, psikolog, counselor dan para ulama merupakan contoh para pakar yang professional dan memiliki kode etik yang dipertanggungjawabkan terhadap Tuhan dan makhluk-Nya. Idealnya, aman jadi tempat curhat karena bisa menjamin kerahasiaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan curhat bahkan dikemas dan dimodifikasi menjadi bentuk yang lebih variatif. Misalnya, menjadi media dakwah yang bisa ditonton dan memberikan tuntunan juga. Curhat interaktif melalui media dan teknologi yang komunikatif mengenai permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan pandangan dan hokum agama, sejatinya bisa menjadi pencerahan dan wawasan keilmuan yang memperkaya batin kita.
Namun, perlu diingat bahwa sesuatu yang menyangkut makhluk selalu memiliki 2 sisi, manfaat dan mudharat. Mudharat curhat sebetulnya lebih kepada pilihan kita sendiri, baik waktu, tempat maupun orang yang kita jadikan tempat curhat. Curhat kepada orang yang tidak tepat bisa menambah masalah baru. Bisa saja rahasia atau aib kita menjadi tersebar karena yang dijadikan tempat curhat tidak amanah. Mungkin juga kita terlalu banyak “mengumbar” curhat kepada banyak orang, sehingga tidak mendapatkan solusi yang semestinya. Biasanya, semakin banyak orang tahu dan terlibat dalam suatu masalah, terutama masalah pribadi, masalah malah melebar dan sulit diselesaikan. Keterlibatan banyak orang yang tidak benar-benar memahami inti masalah umumnya memang bisa memperkeruh suasana yang akhirnya kita juga yang kebingungan dan terbebani.
Jangan salah pilih sahabat untuk curhat dan jangan jadikan tempat curhat kita sebagai “pembuangan” semata. Kalau masalahnya sudah bisa dipecahkan, seolah-olah tidak dibutuhkan lagi, sehingga ia merasa dibuang dan tidak dihargai. Perlu kita ingat bahwa curhat tidak sekedar berkeluh kesah, tetapi juga berbagi pengalaman dan bertukar pikiran. Saling, itu berarti ada timbal balik antara keduanya kan? Ya, kita upayakan kita juga bisa menjadi tempat curhat yang baik bagi orang lain, supaya manfaatnya betul-betul dirasakan bersama.
Curhat itu penting, tetapi pilih orang yang tepat untuk dijadikan tempat curhat. Tepat secara profesi, sifat dan kepribadiannya, serta tepat waktu dan tempatnya. Pada akhirnya, semua kembali kepada diri kita sendiri. Curhat hanya sebuah media untuk mengkomunikasikan permasalahan dan tempat berbagi untuk mendapatkan pencerahan atau solusi yang baik. Keputusan tetap ada pada diri kita sendiri. Sebaik-baik tempat curhat hanyalah Allah Yang Maha Mengetahui segala isi hati.

Pentingnya Pendidikan Seks untuk Anak

Pendidikan seks sudah bukan bahasan baru di kalangan ahli pendidikan dan pakar seksologi. Pemahaman akan pentingnya pendidikan seks perlu dimiliki siapa saja, termasuk para guru dan orang tua. Membicarakan seks dengan si kecil bukan lagi masalah tabu atau tidak tabu, tetapi lebih kepada pengenalan dan perlindungan diri untuk bekal pribadinya kelak.
Bicara seks tidak selalu diasumsikan dengan sesuatu yang porno atau jorok karena jika dilihat dari arti katanya secara harfiah, khususunya dalam bahasa Inggris, seks itu menunjukkan jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Berkaitan dengan hal itu, pendidikan seks penting untuk dilakukan karena memiliki manfaat bagi orang tua dan anak.
Pertama, anak dapat mengenal identitas dirinya karena secara tidak langsung, pendidikan seks mengajarkan tentang gender. Si kecil yang perempuan harus diajarkan untuk bias membedakan dirinya dengan teman-temannya yang laki-laki, sehingga ia memiliki batasan-batasan tertentu dalam pergaulannya dengan lawan jenis ataupun sesama jenis, serta bias menunjukkan kelaki-lakiannya atau keperempuanannya dan mengenali diri kelelakiannya atau keperempuanannya.
Kedua, pendidikan seks membantu dalam pembentukan kepribadian anak, terutama dalam pola tingkah laku, cara bersikap dan gesture-nya kelak. Pendidikan seks mengajarkan cara memperlakukan anak laki-laki dan anak perempuan sebagaimana mestinya, mulai dari cara berpakaian, cara bersikap, cara berbicara, cara mengenal dan melindungi organ-organ pentingnya, serta jenis mainan yang sesuai. Meskipun kesetaraan gender berlaku umum, untuk hal ini, ada pengecualian karena berkaitan dengan perkembangan kepribadian anak. Jangan sampai karena salah pola asuh, anak laki-laki bersikap dan berkepribadian seperti perempuan atau pun sebaliknya.
Ketiga, dengan menerapkan pendidikan seks sejak dini, anak diajarkan untuk bertanggung jawab, belajar menjaga diri, serta menghargai diri sendiri dan orang lain. Sejak kecil orang tua seharusnya sudah melakukan pembelajaran mengenai perbedaaan anak laki-laki dengan anak perempuan. Misalnya, mengapa anak laki-laki pipisnya berdiri, sedangkan anak perempuan harus jongkok. Mengapa anak laki-laki diberi mainan mobil-mobilan, sementara anak perempuan diberi boneka, anak perempuan pakai rok, anak laki-laki pakai celana panjang, bahkan menanamkan pemahaman agar anak mengerti bagian-bagian seksual yang tidak boleh disentuh sembarangan orang, kecuali oleh ibunya saat memandikannya. Ketika menjelang akil balig, anak perempuan pun harus diberi pemahaman bahwa ia akan mengalami menstruasi, mengalami proses perkembangan organ-organ tubuh, sehingga tidak boleh bergaul atau berhubungan sembarangan dengan lawan jenis.
Tabu seringkali menjadi kendala besar dalam mengenalkan pendidikan seks kepada anak, sehingga tidak sedikit anak yang mencoba mencari tahu sendiri dengan menonton video porno, membaca buku-buku yang menjurus jorok atau gambar-gambar yang tidak pantas dilihat. Padahal, mengkomunikasikan pendidikan seks dengan anak tidak harus selalu membicarakan yang berbau porno. Memilihkan pembalut yang tepat, memberi tahu cara mengatasi nyeri haid, menyediakan bra yang pas untuk anak perempuan itu sudah menjadi indikasi penerapan pendidikan seks.
Rasulullah SAW pun pernah memberikan contoh dan pengajaran mengenai pendidikan seks, seperti harus memisahkan tempat tidur anak laki-laki dengan perempuan, melarang bertelanjang diri sekalipun dihadapan sesama jenis, mengajarkan cara bersuci dan tanda-tanda akil balig, serta yang paling penting penanaman moral dan akhlak. Pendeknya, pendidikan seks itu harus dilakukan secara marathon dan disesuaikan dengan perkembangan usia anak.

Cara Membangun Kepribadian dan Karakter

Self image atau citra diri merupakan cara orang lain memandang diri kita. Ada orang yang memandang baik, buruk, terlalu tinggi bahkan terlalu rendah terhadap diri kita. Semua itu memiliki risiko tersendiri bagi pribadi yang dicitrakan. Dipandang rendah oleh orang lain, pasti tak enak. Dipandang terlalu tinggi pun kadangkala membuat kita merasa tidak nyaman.
Citra diri berkaitan erat dengan kepribadian dan karakter seseorang. Membangun self image harus dimulai dari pengenalan dan pemahaman akan diri sendiri. Karakter dan kepribadian kita terbentuk bukan semata-mata karena penilaian orang lain, tetapi juga karena factor internal seperti mental, kepercayaan diri, factor emosi, kecerdasan, sikap dan perilaku, serta keyakinan. Kita diharuskan untuk menjaga citra diri di hadapan orang lain karena hal itu mencerminkan kredibilitas pribadi kita. Namun, penempatannya harus tetap proporsional supaya kita tidak terkesan menjadi orang lain. Ja-im sih boleh-boleh saja, tetapi jangan berlebihan. Yang tulus dan natural tetap lebih disukai.
Sebetulnya,citra diri kurang bersinergi dengan tampilan fisik seseorang. Namun, stereotype tertentu kadang-kadang menilai sebaliknya, sehingga tidak sedikit orang yang salah menilai diri orang lain. Penampilan bukan tidak penting untuk membangun citra diri seseorang, tetapi factor kepribadian seperti keseimbangan emosi, kecerdasan pikiran dan tingkah laku lebih membentuknya.

Memanfaatkan Air Putih sebagai Terapi

Fungsi dan manfaat air putih bagi kesehatan sudah dibuktikan secara klinis melalui berbagai penelitian. Air yang berwarna jernih ini bisa juga dimanfaatkan sebagai terapi kesehatan tubuh. Mengkonsumsi air putih dalam kadar tertentu, tepat waktu, rutin dan kontinyu dipercaya akan mengefektifkan organ-organ tubuh manusia.
– Minum 2 gelas air putih setiap bangun tidur akan membantu mengaktifkan organ-organ internal. Setelah tidur, tubuh memerlukan cairan yang dapat mendorong proses metabolism. Air putih ini berfungsi mengganti cairan dan mendorong keluarnya feses
– Minum segelas air putih setiap 30 menit sebelum makan akan membantu memperlancar fungsi pencernaan dan fungsi ginjal. Islam juga menganjurkan untuk mminum sebelum makan, supaya organ-organ pencernaan tidak kaget dan lebih lancer mengolah saripati makanan. Ginjal merupakan organ tubuh yang memerlukan kadar air cukup supaya berfungsi dengan baik.
– Minum segelas air sebelum mandi akan membantu menurunkan tekanan darah
– Minum segelas air sebelum tidur akan membantu menghindarkan stroke dan serangan jantung
(Ikatan Dokter Indonesia)
Efek dan terapis air putih ini juga bermanfaat bagi kesehatan psikis, yakni membantu menenangkan. Orang yang kaget karena mengalami sesuatu, biasanya akan pulih kesadarannya setelah diminumkan air putih.

Cara Cepat Memaafkan Orang Lain

Memaafkan merupakan hal yang paling sulit dilakukan karena berkaitan dengan sesuatu yang membara atau menyakitkan dalam diri kita. Banyak orang beranggapan bahwa memberi maaf kepada orang yang bersalah atau menyakiti hanya akan merndahkan harga diri. Banyak pula orang yang enggan memaafkan karena merasa tidak ada permintaan maaf dari pihak yang bersalah. Ya, terkadang kita sibuk memposisikan orang lain sesuai dengan persepsi kita, menuntut orang lain sesuai dengan keinginan kita, serta sibuk memberikan penilaian terhadap orang lain.
Memaafkan sesungguhnya tidak berkaitan dengan salah atau benar. Tidak juga berhubungan dengan ada tidaknya permintaan maaf dari pihak yang bersalah. Sekalipun kita berada di pihak yang benar, tidak ada salahnya bila kita meminta maaf dan memaafkan, karena di situlah letak keunggulan, kebesaran jiwa dan harga diri seseorang sesungguhnya. Memberi maaf terlebih dulu (walau hanya dalam hati) atau meminta maaf terlebih dulu itu lebih utama dan lebih menunjukkan kualitas diri kita sebagai seorang muslim. Perlu kita ingat bahwa setiap orang tidaklah sempurna dan perbedaan itu selalu ada. Dalam hubungan social yang namanya berbuat salah pasti terjadi, sekalipun tanpa disadari.
Memaafkan, meminta maaf itu lebih berkaitan dengan keikhlasan jiwa dan kebesaran hati seseorang. Memberi atau meminta maaf mencerminkan kelapangan hati. Seseorang yang berhati ikhlas, bersifat pemaaf, Insya Allah tidak akan menemui banyak duri dalam perjalanan hidupnya, dan Allah akan senantiasa memberikan kelapangan dalam segala urusannya.
Karena itulah, memaafkan disebut seni. Seni itu mengandung unsure keindahan, keselarasan, keseimbangan, harmoni dan kesatuan. Memaafkan itu mencerminkan keindahan hati seseorang dalam wujud keikhlasan. Hati yang tak ingin larut dalam bara dendam, trauma luka dan kebencian. Keindahan hati yang menuntun keseimbangan jasmani dan ruhaninya, menyelaraskan perjalanan hidupnya dengan system nilai Ilahiyah dan manusiawi, sehingga terciptalah keharmonisan dalam hubungan sosialnya dengan sesame manusia. Itulah kebesaran jiwa dan kelapangan hati.
Jika sudah terjalin keharmonisan, maka akan lebih mudah membentuk kesatuan dalam ikatan persaudaraan dan persahabatan yang indah. Jadi, arti penting mempelajari seni memaafkan adalah supaya kita tidak bermusuhan dan memiliki keikhlasan. Kalau tak punya musuh, kemana-mana aman dan nyaman kan?